Isnin, 26 Januari 2015

Si penjual berkerusi roda

sajak tentang golongan OKU

Dari jauh aku perhatikan
Si penjual berkerusi roda itu,
Begitu ampuh semangatnya
Menunggu dengan sabar
Menunggu penuh harapan.
         
Aku amat kagumi akan kecekalannya
Kekurangan sifat bukan penghalang
Dia tidak meminta belas kasihan
Namun berusaha semampu mungkin.

Aku perhatikan wajahnya yang kelesuan
Namun dia masih mampu tersenyum
Kelesuan kerana menunggu
Tersenyum tanda beliau bersyukur.
          
Apa yang pasti dia tidak mengalah
Apatah menyalahkan takdir
Lalu terdetik persoalan dalam diriku
Bagaimana dengan kita yang sempurna?
Masihkah kita tidak bersyukur?
Dengan apa yang telah dianugerahkan.

Catat Ulasan

Terima kasih di atas kesudian anda untuk menjengah ke blog ini. Semua komen akan disemak terlebih dahulu sebelum dipaparkan pada ruangan komen oleh admin. Harap maklum.

favourite category

...
test section describtion

Butang Whatsapp hanya berfungsi pada peranti smartphone